Thursday 29th September 2016

Tanjabtim Mulai Terapkan Moratorium Sawit

Ilustrasi

Ilustrasi

MUARASABAK, JO.COM – Kadishut Tanjabtim, Adil Aritonang menegaskan Pemkab akan melakukan moratorium perkebunan sawit baru. Sehingga kecil kemungkinan investor bakal membuka kawasan lahan sawit baru di Tanjabtim. Pasalnya izin lokasi lahan sawit baru bakal dilarang.

“Pelarangan ini sesuai aturan dan keppres yang belaku. Apalagi wilayah kita adalah lahan gambut, sedapat mungkin kami tidak berikan penanaman izin lokasi baru,” ujarnya kemarin (18/8).

Dikatakannya, setiap ada perusahaan sawit yang ingin melakukan investasi di Tanjabtim, pihaknya terlebih dahulu akan melihat lokasi yang bakal dijadikan areal lahan sawit, apakah terdapat izin moratorium atau tidak. “Kalau ada izin dipersilahkan, tapi kalau masuk moratorium kami tidak akan berikan izin lokasi,” urainya.

Dikhawatirkan bila banyak areal lahan baru berdampak terhadap berkurangnya lahan gambut di Tanjabtim. Padahal keberadaan lahan gambut di Indonesia tidak banyak.

“Memang perlu dilakukan moratorium sawit, sehingga areal gambut di Tanjabtim tidak berkurang,” katanya. Hingga saat ini di Tanjabtim terdapat sebanyak 22 perusahaan yang bergerak dibidang kelapa sawit, dengan luas areal yang memiliki izin seluas 30 ribu hektar. Namun ada beberapa perusahaan yang ingin berinvestasi dibidang kelapa sawit dan membuka areal di Tanjabtim.

“Ini akan kami teliti dulu, jangan sampai lahan gambut di Tanjabtim terkena imbasnya,” tutur Adil.
Dari sebanyak 22 perusahaan sawit yang beroperasi di Tanjabtim, belum ditemukan areal lahan milik perusahaan yang mengenai lahan gambut, keseluruhan rata-rata memiliki izin. “Semua yang mengajukan izin tidak ditemukan larangan lokasi moratorium,” tandasnya.(waf)