Thursday 29th September 2016

Tiga Sopir Angkutan Terindikasi Narkoba

TES URINE - Sejumlah angkutan umum di Parit Culum diberhentikan petugas, untuk menjalanai tes urine, Jumat (30/6).

TES URINE – Sejumlah angkutan umum di Parit Culum diberhentikan petugas, untuk menjalanai tes urine, Jumat (1/7).

MUARASABAK, JO.COM – Tiga sopir angkutan umum di Tanjab Timur terindikasi komsumsi narkoba.

Hal itu diketahui setelah tim gabungan Polres, BNN dan Dinas Perhubungan menghentikan kendaraan mereka yang tengah beroperasi, ternyata setelah dihentikan dan dilakukan tes urine secara tiba-tiba di pos pelayanan jalur Mudik Parit Culum, Muarasabak Barat ketiganya terindikasi mengkomsumsi narkoba.

Kepala BNNK Tanjab Timur AKBP Cecep Subarjat mengatakan, dari ketiga sopir yamg terindikasi narkoba, satu dinyatakan positif karena mengkomsumsi obat sakit kepala. Sementara dua supir lainnya memang mengandung zat dari Narkotika jenis sabu. Sehingga, kedua supir itu langsung diperiksa secara intensif.

“Tim juga sempat menggeladah mengeledah tubuh korban, karena ditakutkan supir tersebut membawa sabu. Ya yang dua ini ini akan kita assement dulu, kita akan perdalam,” katanya.

Tes urine dilakukan katanya, untuk memberikan kenyamanan terhadap penumpang. Sebab, supir yang mengkomsumsi sabu tentunya sangat berbahaya terhadap dirinya sendiri dan penumpang yang dibawanya. Jika memang ada supir yang positif pihaknya akan melakukan pengembangan lebih lanjut, begitu jika supir itu hanya sekedar coba-coba memakai, maka akan dilakukan pembinaan.

“Asal muasal barang haram yang dikomsumsinya akan tetap ditelusuri. Untuk yang positif kita akan kembangkan jaringan kemana,” katanya.

Kapolres Tanjabtim AKBP Bramono mengatakan, pihaknya komitmen agar masyarakat yang mudik dapat merasa nyaman dan aman. Makanya, aparat langsung melakukan pengecekan ke pos pelayanan yang ada di Tanjabtim.

“Kita hari ini melakukan pengecekan pos-pos yang telah kita dirikan. Untuk tes uirne kita memang melibatkan pihak BNNK,” ungkapnya.

Sementara itu, Kadis Perhubungan Tanjabtim, Hadi Firdaus menambahkan, agar pergerakan kendaraan dijalur mudik kondusif, pemerintah telah mengeluarkan Perbup agar mobil tonase besar kecuali angkutan sembako untuk tidak melintas selama arus mudik. “Perbup ini diberlakukan H-5 hingga H+5 lebaran. Dan yang melanggar akan ditindak sesuai aturan dan kita juga bekerja sama dengan polres tanjabtim,” ujar Hadi Firdaus. (waf)