Sunday 12th June 2016

Dewan Kecam Pasar Tradisional Terbengkalai

SIDAK - Komisi II DPRD Tanjabbarat Hj. Nurasiah ketika sidak di Pasar Tanggo Rajo-Kuala Tungkal beberapa waktu lalu.

SIDAK – Komisi II DPRD Tanjabbarat Hj. Nurasiah ketika sidak di Pasar Tanggo Rajo-Kuala Tungkal beberapa waktu lalu.

KUALATUNGKAL, JO.COM – Sejak dibangun di 2002 lalu hingga kini kondisi Pasar Parit 3 Kuala Tungkal kondisinya memprihatinkan. Selain itu terkesan terbengkalai dan tak terurus, plafon dan tiang pasar nyaris rubuh sehingga akan membahayakan pedagang.

Anggota Komisi II DPRD Ranjab Barat H Nur Asiah, sangat menyanyangkan pembangunan pasar tradisional terbengkalai, padahal dana yang digelontorkan tak sedikit, dan kurang mendapat perhatian Pemkab Tanjung Jabung Barat maupun dinas terkait. Akibatnya pasar tradisional menjadi tidak layak ditempati.

Kondisi itu sontak akan mempengaruhi minat tak hanya pembeli tapi antusias para pedagang menurun karena mulai meninggalkan lapak-lapak yang disediakan oleh Pemkab. Katanya, kondisi sama terjadi di Pasar Tanggo Rajo Ilir, dan Tanggo Rajo Ulu masih jauh dari kata nyaman, baik dari segi fasilitas umun hingga akses jalan itu sendiri.

“Kami berjanji, masalah ini akan menjadi perhatian khusus dewan DPRD Tanjab Barat kedepan,” ujar Hj. Nur Asiah yang juga anggota Komisi II DPRD Tanjabbar, Kemarin (9/6).

Ditambahkanya, dengan adanya lapak-lapak liar jelas mengganggu pedagang ‎yang sudah menempati lapak di pasar tradisional. Adanya pembiaran dari dinas terkait akan lapak-lapak liar di pinggir jalan, justru membuat pasar yang dibangun pemkab hingga menghabiskan APBD miliaran rupiah itu berangsur mati tidak berfungsi.

Pasar tumpah atau pasar liar jelas mengaggu pendapatan para pedagang dan pemkab sendiri dari sektor PAD, sebab selain menggaggu para pedagang dengan turunnya pendapatan, fasilitas pemkab yang dibangun harus diisi sesuai dengan harapan pedagang yang ada.

“Kami dari DPRD mendukung, penertiban pasar tumpah yang tidak diatur dalam lokasi pedagang, kasian pedagang yang sudah ngontrak di fasilitas pemerintah. Kalau ini dibiarkan tutup saja pasarnya, sama-sama dagang di Jalan. Ini harus ada tindakan tegas dari pemkab atau dinas terkait,” tandasnya.

Karena itu, anggota Komisi II DPRD Tanjabbar ini mendesak pemkab untuk menerapkan tata-ruang kota, tertib dan teratur. Dan fasilitas pasar yang rusak dan bolong harus segera ditindak lanjuti.

Mira (40) salah satu ‎pedagang sayur di pasar tradisional parit 3 Kuala Tungkal, menuturkan, kondisi pasar sejak dibangun pada tahun 2002 silam hingga kini mengalami penurunan drastis, tidak adanya perawatan dan kurang adanya penertiban pedagang lapak dadakan di sekitar jalan sangat mempengaruhi penghasilan dan kelangsungan fungsi pasar.

“Benar pak, sejak adanya pasat tumpah dipinggir jalan kami semakin sepi. Kalau dulu hampir seluruh lapak penuh dengan pedagang dan ramai dikunjungi pembeli, tapi sejak adanya lapak lapak di pinggir jalan lambat laun pasar jadi sepi, kami harap pemerintah daerah dapat mencari jalan keluarnya,” pungkasnya. (mjl)